Putri Pangkalpinang KRAy Nindyo Kirono
Putri PangkalpinangKRAy Nindyo Kirono
A.
Tokoh Emansipasi Wanita.
Tokoh wanita sudah menghiasi sejarah perjalanan bangsa Indonesia. KRAy Norma Nindyo Kirono pejuang emansipasi wanita yang penuh dengan suri teladan. Refleksi utama bagi generasi muda.
Pribadi istimewa yang bernama Kanjeng Ratu Ayu Nindyo Kirono itu sungguh mulia. Garwa dalem Sri Sultan Hamengku Buwono IX, raja Kraton Yogyakarta Hadiningrat. Nama aslinya Norma Musa asal Pangkalpinang Bangka Belitung. Pembahasan sejarah masa silam pun berjalan lancar.
Pada hari Minggu, 29 Maret 2026 telah hadir Bapak Prof Ir Drs H Saparudin MT Ph.D IPM ASEAN Eng. Saat ini menjabat sebagai Walikota Pangkalpinang. Beliau kerabat dekat Bu Norma Musa, istri Wakil Presiden RI kedua. Selama hidupnya Bu Norma berdarma bakti untuk ibu pertiwi. Dari tahun 1948 hingga 1988 mendapat kesempatan mendampingi pejabat penting. Dari Presiden, Wakil Presiden, Menteri dan Gubernur DIY. Semangat juang yang pantas dicatat dengan tinta emas.
Kenangan historis sungguh manis. Taman Budaya Embung Giwangan Yogyakarta tempat tukar pendapat. Atas undangan Menteri Kebudayaan Prof Dr Fadli Zon M.Si. Aktivis handal serba bisa yang mewarnai keagungan tanah air. Lewat perangko dinamika sejarah dapat dilihat secara terarah. Rekaman peristiwa terdokumentasi secara sistematis integral dan komprehensif.
Dalam acara ini sempat bertemu pula Mas Safaruddin alumni sastra Perancis UGM 1990 dan Thowaf Zuharon S.Sos ketua Lokanntara Jakarta. Suasana menjadi gumyak sigrak jenak penak enak. Mengingatkan jasa KRAy Norma Nindyo Kirono. Alumni kampus Bulaksumur ini sadar logika etika estetika, cipta rasa karsa, iman ilmu amal.
Acara ini memang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pusat Penggemar Filateli Indonesia. Dalam sebuah diskusi ada usulan agar foto KRAy diberi kehormatan masuk sebagai salah satu kenangan filateli. Perlu dilacak jasa dan peran Bu Norma dalam perkembangan filateli pada masa awal revolusi kemerdekaan. Perjuangan yang memberi energi dan inspirasi.
Asal usul Bu Norma dari Pangkalpinang Bangka. Setelah agresi militer Belanda II tanggal 19 Desember 1948 pembesar RI ditawan di Pulau Bangka. Presiden Soekarno, Wakil Presiden Moh Hatta Perdana Menteri Sutan Syahrir dan Menteri Luar Negeri Haji Agus Salim diasingkan. Dalam pengasingan ke Pangkalpinang ini Soekarno, Hatta, Syahrir dan Agus Salim sempat tinggal di rumah Haji Musa. Kurang lebih enam bulan lamanya keluarga Musa melayani tokoh pejuang dengan sebaik -baiknya.
Putri Haji Norma turut pula membantu perjuangan. Bung Karno mengambil sebagai anak angkat. Bahkan ditugaskan untuk mencatat berbagai keperluan. Jadi sekretaris pribadi Presiden RI. Gadis cantik Norma bekerja sambil belajar administrasi negara. Kemampuan kerja yang teliti ini memperlancar tugas kenegaraan.
Dari Bangka Norma diajak ke ibukota RI Yogyakarta. Istana Gedung Agung tempat bekerja Norma. Pergaulan makin luas. Pengalaman makin mantab. Norma cerdas terampil dan berbudi luhur. Kehidupan Yogyakarta membuat pemahaman atas adat istiadat Jawa yang bersumber dari Kraton. Pengalaman ini begitu penting sebagai ssarana pengabdian Bu Norma dalam bidang kebudayaan.
Pada tahun 1974 Norma ditakdirkan untuk mendampingi Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Raja Yogyakarta memberi gelar kebangsawanan Kanjeng Ratu Ayu Nindyo Kirono. Putri Pangkalpinang yang selalu tampil cemerlang.
B.
Kesadaran Pendidikan Budaya
Nilai kawibawan kawidadan kamulyan kabagyan menyertai kota Pangkalpinang. Kota nan indah yang dipimpin Walikota Prof Ir Drs H Saparudin MT Ph.D IPM ASEAN Eng.
Maka sudah saatnya KRAy Norma Nindyo Kirono dicatat sebagai pelaku sejarah nasional.
Buat pelajar Indonesia belajar pada KRAy Nindyo Kirono sangat perlu. Bayangkan pada waktu genting. Perang kemerdekaan di Yogyakarta beimbas ke kota Pangkalpinang. Pemimpin nasional jelas memerlukan dorongan. Sebagai tawanan musuh tentu uluran tenaga dari warga Pangkalpinang bermakna sekali. Motivasi itu datang dari keluarga Musa, leluhur Walikota Saparudin. Ibarat oase di tengah padang pasir. Kontribusi keluarga Musa dengan sendirinya menambah stamina perjuangan.
Nasionalisme yang tumbuh dari Pangkalpinang penuh heroisme. Soekarno Hatta Syahrir dan Agus Salim merasa terbantu. Jiwa kebangsaan keluarga Musa terkenang sepanjang masa. Selama hayat di kandung badan, warga Bangka dikenal sebagai penyumbang rasa kebangsaan. Musium pendidikan perjuangan bangsa layak dibangun di kota Pangkalpinang. Nilai luhur yang diwariskan kota Pangkalpinang merupakan contoh pendidikan sejarah yang hidup. Siswa mendapat pendidikan kebangsaan yang langsung dari lokasi perjuangan.
Gadis cantik cerdas tangkas diwakili oleh Norma Musa. Paras cantik bersinar, luwes dalam penampilan, teguh kukuh dalam pendirian. Norma berhasil memikat pimpinan nasional untuk terus Berjuang. Tangan cekatan norma yang ahli dalam administrasi cukup membantu program kerja. Apalagi kemampuan bahasa asing Norma lancar sekali. Bahasa Inggris, Perancis, Arab, Jerman dikuasai Norma dengan paripurna. Komunikasi antar negara atas jasa Norma Musa. Dialektika ide dan informasi para tokoh nasional dikuasai. Karena langsung mendapat pengamatan dari pelaku sejarah. Kehidupan perang kemerdekaan diketahui oleh Norma dari sumber langsung.
Kerja mendampingi Presiden Soekarno berlangsung sampai tahun 1968. Pengabdian berlanjut di kementerian ekonomi pada masa awal pemerintah Orde Baru pimpinan Presiden Soeharto. Menteri Ekonomi yang dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX banyak dibantu oleh Norma Musa. Witing tresna jalaran saka kulina.
Atas ridha Allah Swt Norma Nindyo Kirono menikah dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Saksi nikah dilakukan oleh Presiden Soeharto dan ketua MPR Adam Malik. Norma Musa bergelar KRAy Nindyo Kirono. Nindyo berarti sempurna. Kirono berarti cahaya. Kenyataan Norma Musa memang menjadi cahaya yang sempurna bagi Indonesia. Berkat dan rahmat Allah membasahi bumi Pangkalpinang Bangka. Putri sejati yang agung dan anggun.
Kebudayaan Melayu dan Jawa telah menyatu. Ratu Norma Nindyo Kirono berdarah budaya Melayu. Sri Sultan Hamengku Buwono IX pewaris sah Mataram. Susuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda beda tetapi tetap satu. Harmoni dalam hidup berbangsa dan bernegara.
29 Maret 2026.
Purwadi

Komentar
Posting Komentar