GKR SEKAR KENCONO TEGAL
GKR SEKAR KENCONO TEGAL
Abdi Dalem Merapi Merbabu
Pertemuan abdi dalem Karaton Surakarta Hadiningrat. Berasal dari lereng gunung Merapi dan gunung Merbabu. Bertempat di joglo ageng Mliwis Cepogo Boyolali. Hari Jumat Kliwon, 30 Oktober 2026 pukul 13 sore.
Barisan prajurit lengkap dengan selompret tambur beri. Ketua Paguyuban Kawula Karaton Surakarta Hadiningrat atau Pakasa Boyolali bernama Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Dwi Fajar Nirwana. Saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Boyolali periode 2025 - 2030. Tuan rumah yang disertai dengan anggota Pakasa anak cabang. Misalnya dari Cepogo, Selo, Mojosongo, Sawit, Ampel, Banyudono, Ngemplak, Ngampel. Tertata teliti rapi.
Among tamu berbusana Jawi jangkep. Peserta berbaju batik Mataram Surakarta. Bersinar berseri tampak indah megah mewah. Diselingi seni karawitan campursari. Terdengar regeng seneng gayeng, siigrak penak jenak. Gendhing pasugatan ngumandhang ing awang awang.
Pengageng Sasana Wilapa GKR Wandansari. Ketua Lembaga Adat memimpin rombongan Karaton Surakarta Hadiningrat. KPH Wirabhumi SH MM selaku ketua Pakasa Punjer. Kersa rawuh GKR Ayu Koes Indriyah, pangarsa sanggar tata busana dan rias manten gagrak Karaton Surakarta Hadiningrat. Para sentana mengiringi. Melangkah menuju sasana paheman.
Pranata adicara segera membuka. Dengan bahasa Jawa genep genah. Tergabung dalam Pasipamarta. Pimpinan KP Siswanto Diningrat. Alumni kursus budaya yang sudah meluluskan lebih dari 7000 jiwa. Lantas disambung dengan menyanyi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ulama berdoa dengan peserta tadhah amin. Berjalan gancar lancar.
Pesanggrahan Pracimoharjo terletak di desa Paras Cepogo Boyolali. Terletak kira kira 2 Km dari joglo ageng Mliwis. Luasnya sekitar 10 hektar. Pracimo berarti barat. Harjo berarti makmur. Bermakna istana barat yang membawa kemakmuran sejahtera lahir batin. Sekitar daerah Cepogo memang banyak anggota Pakasa.
Kelahiran Pakasa pada tanggal 29 Nopember 1931. Jaman Sinuhun Paku Buwono X. Memerintah tahun 1893 - 1939. Pakasa bersemboyan setya saraya rumeksa. Siap untuk melaksanakan gawa gawe.
Gunung Bibi dianggap keramat. Tiap gunung Merapi mengalami erupsi. Pasti tertahan di samping gunung Bibi. Seolah olah gunung Merapi merupakan beteng pelindung. Warga Pakasa percaya bahwa gunung Bibi dianggap lebih sepuh. Penunggu gunung Merapi adalah Kanjeng Ratu Sekar Kedhaton. Tiap saat juru kunci memberi sesaji.
Erupsi gunung Merapi tahun 2010 cukup dahsyat. Warga Pakasa menjadi relawan. Sibuk membantu pemerintah. Bergandengan tangan dengan BPNB. Japa mantra dari sesepuh Pakasa tentu mujarab. Memberi ketenangan jiwa. Sluman slumun slamet.
Pangkur
Singgah singgah kala singgah,
Pan suminggah durga kala sumingkir,
Sing asuku sing abahu,
Sing awulu atenggak,
Sing andulu sing angrungu sing angambu,
Sira padha sumingkir,
Mulih mula asalneki.
Wilujengan warga Pakasa ada di mana mana. Beberapa kali diselenggarakan di umbul Pengging. Sekar setaman dalam tata cara siram jamas. Malah banyak yang melakukan ritual tapa kungkum. KRT Yotodipuro memimpin upacara ritual Merapi selaku pangarsa Musuk.
Istimewa sekali pertemuan Pakasa kali ini. Rencana pada tanggal 29 Nopember 2026 HUT Pakasa dilaksanakan di Alas Ketonggo Ngawi Jawa Timur. Pakasa Boyolali mengirim kontingen bregada prajurit dan tim kesenian. Penari dan pengrawit banyak berasal dari Boyolali. Ingat saja. Pujangga besar Kyai Yasadipura sumare ing pajimatan Pengging. Pusat kejawen terbesar. Di sana sumare Adipati Dayaningrat, Ratu Pembayun, Kebo Kenanga dan Bupati Padmanagara.
Pereng gung Merbabu sungguh wangi. Ki Ageng Kebo Kanigara sumare. Dulu mengasuh Joko Tingkir atau Mas Karebet. Kelak bergelar Sultan Hadiwijaya Abdul Hamid Panetep Panatagama. Raja Pajang yang terkenal sakti mandraguna.
Sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti.
Merapi Merbabu, 31 Oktober 2026.
Purwadi

Komentar
Posting Komentar