Tirakatan Malam Kemerdekaan

 Tirakatan Malam Kemerdekaan






Kegiatan mahargya Kamardikan berlangsung di seluruh kawasan nusantara. Pesta HUT RI ke 81 begitu meriah. Hari Ahad Kliwon, 16 Agustus 2026 berhias berwarna warni aktivitas peringatan kemerdekaan. 


Malam tirakatan merupakan rangkaian sejak awal bulan Agustus. Lomba balap karung, makan jeruk, sepak bola, basket,  canthel capil dan sederet perlombaan dilakukan kreatif. Masyarakat dari berbagai lapisan berpartisipasi. Udhu bahu suku lan panemu. Kontribusi berupa tenaga pikiran serta biaya. Tiap insan mengutamakan kerja sukarela. 


Karnaval di tingkat kabupaten serta kecamatan menggambarkan adat istiadat. Semangat persatuan dan kesatuan saat muncul. Rasa menjaga NKRI tumbuh bergelora. Masing masing warga negara menggunakan kreativitas yang khas. Lagu wajib ini berkumandang terus. 


Tujuh belas Agustus tahun empat lima. 

Itulah hari kemerdekaan kita. 

Hari merdeka nusa dan bangsa. 

Hari lahirnya Indonesia merdeka. 

Sekali merdeka tetap merdeka. Selama hayat masih di kandung badan. 

Kita tetap setia tetap sedia. 

Mempertahankan Indonesia. 

Kita tetap setia tetap sedia.

Membela negara kita. 


Syair lagu itu sungguh menggugah nasionalisme. Bila berkumandang cinta tanah air bersemi dalam dada tiap warga negara. Dari Kasepuhan Kejawen nembang macapat. 


Dhandhanggula


Proklamasi kamardikan RI, 

Padhang terang terwaca ngumandhang, 

Sabang nganti Merauke, 

Manunggal suka sukur, 

Darma bakti ibu pertiwi, 

Labuh labet negara, 

Kanthi guyub rukun, 

Tuwuh jiwa kebangsaan, 

Asesanti sembada hayu lestari, 

Nusantara widada. 


Dari pelosok pegunungan pedesaan dan perkotaan rakyat tetap semangat. Pemimpin selalu ing ngarsa sung tuladha. Mayoritas kelas menengah mau ing madya mangun karsa. Sedangkan para warga negara tinggal tut wuri handayani. 


Minomartani, 16 Agustus 2026.

Purwadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Idul Fitri

Dr Nugroho Puji Santoso S.Pd M.Pd

PAKU BUWONO XII BERJUANG UNTUK INDONESIA