Perayaan Grebeg Sekaten
Perayaan Grebeg Sekaten
Adat istiadat Kraton Surakarta berlangsung pada hari Rabu Pon, 19 Agustus 2026. Ungeling gangsa sekaten berkumandang di bangsal pagongan kidul dan pagongan lor. Tepat di halaman Masjid Agung. Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari siap berkumandang selama 7 hari. Berturut-turut siang dan malam.
Gamelan Kyai Guntur Sari yasan dalem Sinuwun Sultan Agung Hanyokro Kusumo. Raja Mataram yang bertahta tahun 1613 - 1645. Guntur sari kesadaran untuk menerima anugerah dari Tuhan. Guntur merupakan ledakan elekro magnetik alam yang memuat energi. Sari berasa serba indah yang menjadi buah. Dari kembang bisa bikin pala atau buah yang berguna. Kyai Guntur Sari lambang anugerah besar yang membuat jiwa raga elok nan rupawan. Sugih rupa kurang candra.
Kyai Guntur Madu gamelan yasan dalem Sinuwun Paku Buwono III. Raja Mataram Surakarta yang memerintah tahun 1749 - 1788. Penulis Serat Wiwaha Jarwa ini ahli sastra piwulang. Pada masanya teater Jawa berkembang pesat. Wayang gedhog, wayang krucil dan wayang klithik sering pentas tanggapan. Paku Buwono III semasa masih bernama GRM Suryadi kerap main sandiwara. Kyai Guntur Madu lambang rasa manis. Suasana cerita berakhir bahagia sejahtera.
Pagongan lor untuk menaruh Kyai Guntur Madu. Pagongan kidul untuk menaruh Kyai Guntur Sari. Dalam serambi Masjid Agung tertera perayaan sekaten. Hajad dalem pareden gerebeg Mulud tahun be 1960. Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW. 5 - 12 Rabiul Awal 1448 H atau 19 - 22 Agustus 2026.
Bakul bakul duduk berjejeran. Bakul celengan, pecut, endhog kamal, sirih mendapat rejeki mbanyu mili. Ritual nginang tanda perayaan sekaten dimulai. Kyai Guntur Sari dan Kyai Guntur Sari bergantian berkumandang.
Tepat pukul 13.30 dhawuh nabuh gangsa sekaten. Suasana riuh rendah, indah megah gagah meriah. Pengunjung siap ngalap berkah. Makanan tradisional aneka rupa. Cambuk rambak, sega liwet dan wedang ronde. Hawa panas sumeles tak terasa. Hingar bingar orang berdesakan. Muka bersinar terang berseri seri. Surya arsa madhangi jagad. Sekaten berlangsung sambung menyambung. Tradisi tiada henti. Andum kabagyan.
Surakarta Hadiningrat, Rabo Pon 19 Agustus 2026.
Purwadi

Komentar
Posting Komentar