Ritual Purnama Sidi di Istana Pantai Selatan
Ritual Purnama Sidi di Istana Pantai Selatan
A. Soko Domas Bale Kencono
Kanjeng Ratu Kidul mengadakan upacara ritual. Bersama prajurit di kraton pantai selatan tata cara diselenggarakan pada saat madya candra. Yakni tepat pada pertengahan bulan Suro.
Suro wani, karto gawe. Berarti wani ing gawe. Untuk memudahkan segala pekerjaan, maka, Kraton Surakarta selalu sowan ke istana Soko Domas Bale Kencono. Sejak tanggal 2 Juli 2026 siang dimulai dengan upacara wilujengan di kompleks pajimatan Sultan Agung.
Abdi dalem putra berbusana beskap, blangkon, sabuk walaupun, samir, stagen. Abdi dalem putri mengenakan busana kemben. Sekar melathi rinonce dibawa di atas beri. Gandane arum sumerbak nganan ngering.
Puji pangastuti, puja pangastawa. Tata cara pisowanan di laut selatan dilakukan oleh Kraton Surakarta. Terjadi pada hari Kemis Kliwon malem Jumat Legi, 2 Juli 2026 pukul 19.30. Bertempat di Pantai Parangkusumo, samudra selatan.
Kerajaan Mataram berdiri pada tahun 1575. Panembahan Senapati dibantu oleh Kanjeng Ratu Kidul. Penguasa pantai selatan bernama Kanjeng Ratu Kidul. Karaton Surakarta Hadiningrat menyebut dengan gelar kehormatan Kanjeng Ratu Kencono Hadisari. Abdi dalem menamakan Ratu Kencono Sari. Masyarakat umum lebih kenal dengan nama Ratu Kidul.
Istana Kanjeng Ratu Kidul disebut Soko Domas Bale Kencono. Terletak di bawah dasar lautan.
Istana Ratu Kidul terkenal cemerlang, indah nan permai. Terbuat dari emas intan permata berlian mutiara. Berwarna warni serba berkilauan. Sumunar terang madhangi jagad.
Pengageng Sasana Wilapa Kraton Surakarta memimpin jalannya ritual. GKR Dra Koes Moertiyah Wandansari M.Pd bersama dengan sentana dan abdi dalem. Lenggah saluku tunggal, mengheningkan cipta. Abdi dalem berasal dari Jombang, Nganjuk, Kediri, Boyolali, Karanganyar, Klaten, Sukoharjo dan warga negara Jepang. Melu nindakake gawa gawe. Lila lan legawa kanggo mulyaning negara.
Ngobong dupa mangalat alat. Samudra Selatan dengan gelombang gulung gemulung. Ombak besar silih berganti. Saat kerabat Kraton Surakarta ngeningke cipto, saknaliko ombak lerem adhem, luruh sajak pakewuh. Gelombang seketika kembali tenang.
Meditasi membawa energi. Cipta pikiran menuju Soko Domas Bale Kencono. Tiba tiba tampak indahnya istana Ratu Kidul. Dupa kumelun seolah olah menuntun ke istana dalam samudra. Cahaya biru, ungu kuning keemasan, merah delima bersorot dari istana Soko Domas Bale Kencono. Prajurit Kanjeng Ratu Kidul berbaris rapi. Dengan seragam serba ijo lembayung. Mereka disebut barisan Nyai Roro Kidul. Prajurit putri yang cantik celita, bak widodari Kayangan.
Mustikane putri, tetunggule widodari. Bidadari bawahan Ratu Kidul pintar main musik. Terompet, tambur, suling, ggong, bendhe, beri, puksur. Barisan musik berkumandang terdengar sampai awang awang. Kalamun cinandra pan yayah maesa kurda. Bregada Ratu Kidul rapi edi peni.
Tiap hari Selasa Kliwon Karaton Surakarta Hadiningrat menerima kedatangan Kanjeng Ratu Kidul. Sinuwun menyambut di Panggung Sangga Buwana. Dengan suara lampor bergemuruh tanda Ratu Kidul rawuh. Bedhaya Ketawang mengikuti selama Kanjeng Ratu Kidul datang di Kraton Surakarta. Lamanya sekitar 2 jam. Tari Bedhaya Ketawang sungguh sakral. Bermakna kultural spiritual. Gamelan mengiringi dengan irama mengalun. Suara waranggana mendayu dayu seakan akan memberi penghormatan kepada Ratu Kencono Hadisari.
Suguhan Ratu Kidul adalah ketan biru. Berasa gurih enak. Dibagi setelah tata cara ritual. Abdi dalem bedhaya ndherek dhawuh. Tugas mereka adalah melayani ratu pantai selatan. Abdi dalem Bedhaya sudah mengabdi sejak jaman Panembahan Senapati.
Raja Mataram terus melestarikan adat istiadat. Kraton Surakarta sebagai pewaris Kraton Mataram tentu melakukan upacara sesuai dengan paugeran. Sinuwun Paku Buwono XIV mengutus sentana dan Abdi dalem agar sowan ke istana Soko Domas Bale Kencono. Umbul rontek kakandha dan bendera memberi sambutan hangat. Sajen jangkep genep genah telah terarah. Murih padhanging sasmita. Hidup raja Mataram penuh makna.
B.
Kanjeng Ratu Kidul
Istana penguasa pantai selatan selalu sigrak gumyak jenak penak enak grapyak semanak. Kanjeng Ratu Kidul narendra gung binathara mbahu dhendha nyakrawati.
Pada tahun 1601 kekuasaan Mataram dipegang oleh Sinuwun Prabu Hadi Hanyokrowati. Ratu Kidul berhubungan baik. Wilujengan tiap hari Selasa Kliwon rutin dilakukan dengan teliti dan rapi. Kejayaan Mataram sampai bisa membangun istana cabang Jayakarta. Kelak istana ini pada tahun 1607 bernama Astana Betawi.
Sultan Agung memerintah Mataram tahun 1613 - 1645. Persembahan Ratu Kidul dengan membaca Syahadat Kures. Serat Sastra Gendhing untuk keselarasan sosial. Serat Pangracutan untuk memahami sangkan paraning dumadi. Serat Nitip raja untuk mewujudkan manunggaling kawula gusti.
Sinuwun Amangkurat Agung raja ber budi bawa laksana. Memerintah tahun 1645 - 1677. Persembahan buat Ratu Kidul dengan membangun kedhaton Plered. Lantas kedhaton pamase di Lesmana Ajibarang. Tiap akhir bulan Suro dilakukan aktivitas tapa ngeli di sepanjang Kali Serayu, Sir Rahayu. Yakni ayu hayu rahayu sagung dumadi.
Amangkurat Amral atau Sinuwun Kartasura raja bijak bestari. Ber bandha ber bandhu. Persembahan buat Ratu Kidul dengan siram jamas di umbul Cakra Pengging. Tiap awal bulan Suro Sinuwun Amangkurat Amral wilujengan di Selo Merapi Merbabu. Memerintah tahun 1677 - 1703 di ibukota Mataram Kartasura.
Ritual Suro pada masa pemerintahan Sinuwun Paku Buwono III dengan ruwatan. Kanjeng Ratu Kidul hadir untuk ngestreni tata cara. Selama tahun 1749 - 1788 Kraton Surakarta Hadiningrat melakukan ruwatan anak sukerta. Selaku dalang disuruh keturunan Dalang Panjang Mas. Paku Buwono III ahli perdamaian dunia yang mahir cipta sastra budaya.
Caos buat Kanjeng Ratu Kidul dilakukan Sinuwun Paku Buwono V pada tahun 1820. Hadir pula undangan Napoleon Bonaparte. Datang dari negeri Perancis untuk ngalap berkah pada Kanjeng Ratu Kidul. Kebetulan Napoleon Bonaparte adalah sahabat karib Paku Buwono III. Jamuan makan malam dengan pentas wayang wong lakon Begawan Ciptowening. Napoleon Bonaparte puas dan bahagia. Kayungyun marang pepoyaning kautaman.
Kemis Kliwon malem Jumat Legi,
2 Juli 2026.
Purwadi
Komentar
Posting Komentar