BABAD TANAH JAWI

 BABAD TANAH JAWI



1. Tahun 1619 Sunan Amangkurat I lahir Kotagedhe Yogyakarta. Ayahnya bernama  Sultan Agung, raja Mataram.

Ibunya bernama Ratu Batang, putri Bupati Huposanto, keturunan Patih Mandaraka dan Juru Martani. Dari Trah Majapahit berlanjut ke Demak Pajang Mataram Kartasura. 

2. Tahun 1620 diadakan peringatan ulang tahun kelahiran Amangkurat. Acara ini sekaligus awal pelaksanaan proyek penambangan bijih besi Glagah Kulonprogo. Istana Mataram mengadakan pesta syukuran di istana Kerta Mataram. 

Amangkurat setelah lahir diberi nama Raden Mas Sayiddin.  Hadir pula utusan dari Kasultanan Cirebon, Ternate, Tidore, Buton, Bugis, Goa, Tallo, Banjar, Kutai, Klungkung, Siak, Deli Serdang, Samudera Pasai, Pagaruyung, Palembang, Bima dan Johor. Raja Mataram menyediakan biaya perjalanan. Tamu negara menginap di Pesanggrahan Ambar Ketawang. 

 3. Tahun 1621 Amangkurat diterawang ahli nujum dan paranormal.

Sejak kecil Amangkurat tampak sifat yang ramah tamah, pemurah, welas asih, sopan santun, tata krama, cerdas cermat, pintar trampil, unggul bijak bestari. Putra Mahkota yang punya bakat kepemimpinan. Begitulah terawangan ahli nujum dari Peguron Empu Supa, Adipati Candra Wilwatikta Tuban, Trah Empu Tantular dan Empu Panuluh. Berkenan hadir trah Empu Kanwa, Empu Sedah, Empu Tanakung dan Empu Prapanca. 

4. Tahun 1622 Amangkurat belajar  diasuh oleh Ratu Banuwati, Putri Pangeran Benowo, cucu Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya raja Pajang di Pengging Boyolali. 

Amangkurat kerap jamas di Umbul Cakra dan Pengging yang oleh Prabu Kusuma Wicitra. Hadir pula Juru kunci Morokoto Pucakwangi. 

5. Tahun 1623 diadakan perayaan ulang tahun Amangkurat di Candi Prambanan, tepi Kali Opak. 

Untuk itu ibunda Ratu Batang menyelenggarakan festival jajan pasar dan makanan tradisional. Hadir peserta dari Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, Banjarmasin, Makkasar, Denpasar, Kupang, Manado dan Ambon. Gerakan wanita tumbuh di kepulauan Nusantara. 

6. Tahun 1624 Amangkurat dididik oleh Ratu Retno Jinoli dan Syekh Jangkung Saridin. 

Amangkurat sekolah PAUD di pereng Gunung Kendheng Nglandoh Kayen Pati. Selama tinggal di  Pati Amangkurat berguru pada trah Ki Ageng Penjawi, Ki  Ageng Ngerang dan Sunan Prawoto. 

7. Tahun 1625 Amangkurat belajar agama di Pondok Pesantren Besuk Pasuruan.

Saat itu Amangkurat diantar oleh Kanjeng Ratu Wandansari istri Pangeran Pekik Bupati Surabaya. Sempat pula Amangkurat belajar di Pasuruan, Malang, Probolinggo, Sidoarjo dan Gresik. Pangeran Pekik adalah cucu Sunan Ampel dan Nyi Ageng Maloka.

8. Tahun 1626 Amangkurat belajar pengairan di Klaten. 

Amangkurat diajak menelusuri aliran Kali Opak, Kali Woro, kali Dengkeng sampai Bengawan Solo. Rowo Jombor dikelola untuk irigasi pertanian di sekitar wilayah Bayat Cawas. 

9. Tahun 1627 Amangkurat  berkunjung di  Kertosono, tepi Kali Brantas. 

Lantas Amangkurat mengenal jenis palawija di Nganjuk, Jombang, Lamongan dan Kediri. Kue dumbleg dijadikan suguhan khas asal Gondang Balunggebang Jatikalen Patianrowo. 

10. Tahun 1628 Amangkurat belajar ilmu Kejawen di padepokan Joyoboyo yang dikelola oleh Raden Mas Panji Kusuma di Ngadiluwih Kediri. 

Amangkurat sempat belajar sejarah Kraton Jenggala dan Daha. Amangkurat juga belajar pembuatan tahu takwa. Goa Selamangleng dan Mamenang diperhatikan untuk meditasi. 

11. Tahun 1629 Amangkurat belajar agama di Peguron Sunan Kalijaga Kadilangu Demak. 

Perjuangan Wali Sanga dipelajari bersama dengan sejarah Demak Bintara. Amangkurat belajar kitab karya Syekh Magribi, Sunan Ampel, Sunan Drajad, Sunan Giri, Sunan Muria, Sunan Kudus, Sunan Ggunung Jati, Sunan  Bonang dan Sunan Kalijaga. 

12. Tahun 1630 Amangkurat belajar sejarah pada Ki Ageng Tarub dan Ki Ageng Sela di Purwodadi Grobogan. 

Amangkurat sempat belajar produksi garam dan kecap. Kesaktian Amangkurat merupakan berkah dari Ki Ageng Sela. Ketampanan Amangkurat merupakan berkah dari Ki Ageng Tarub. 

13. Tahun 1631 Amangkurat belajar demografi di Tanjungpinang dan kota Tamasek Johor Singapura. 

Amangkurat bersahabat erat dengan Kasultanan Samudera Pasai dan Deli Serdang. Maritim dibangun Amangkurat dengan armada angkatan laut yang tangguh. Dari Tegal akhirnya maritim pindah ke Surabaya. 

14. Tahun 1632 Amangkurat belajar ilmu sosiologi dan politik di Universitas Teknik Istanbul Turki. 

Atas beasiswa Kasultanan Turki Amangkurat mendapat kesempatan belajar ilmu pengetahuan di Timur Tengah. Sempat pula Amangkurat belajar di Mesir Bagdad Yaman Persia dan Riyad. 

15. Tahun 1633 Amangkurat belajar tata kota dan menejemen pemerintahan di Paris . Atas beasiswa raja Louis IV Perancis.

Amangkurat sempat belajar ilmu keuangan di Swiss, transportasi di Jerman dan hukum di Swedia. Belajar diplomasi di Spanyol, belajar musik keroncong di Portugal. 

16. Tahun 1634 Amangkurat naik haji di Mekkah bersama dengan rombongan alim ulama Sumenep Madura.

Amangkurat memberi hadiah biaya haji dan umroh tiap tahun pada guru ngaji. Kyai kampung diberi tunjangan gaji. Langgar mushola masjid dibangun untuk pusat keagamaan. 

17. Tahun 1635 Amangkurat mendirikan usaha mebel ukir ukiran di Sukodono Tahunan Jepara. 

Amangkurat diajak berkunjung ke Ngabul, Bangsri, Teluk Awur dan Keling. Ukir ukiran Jepara dipasarkan sampai Eropa, Timur Tengah dan Asia Selatan. 

18. Tahun 1636 Amangkurat mendirikan usaha pabrik trasi dan bumbu masak di Lasem Rembang.

Bersama dengan orang Sulang Amangkurat sempat mengajak untuk mencari  tenaga honorer. Kuliner Blora dijadikan menu kenegaraan. 

19. Tahun 1637 Amangkurat turut melakukan renovasi istana negara di Jakarta. 

Sesungguhnya istana negara itu dibangun  oleh Sinuwun Prabu Hadi Hanyakrawati tahun 1607 bersama dengan Ratu Banuwati. Gedung megah ini disewakan buat kelancaran bisnis. 

20. Tahun 1638 Amangkurat mendirikan gedung Grahadi Surabaya atas perintah Ratu Wandansari dan Pangeran Pekik. 

Amangkurat sangat populer di kawasan Jawa Timur. Jasa Amangkurat terkenang sepanjang masa. 

21. Tahun 1639 Amangkurat mendirikan usaha pabrik brem dan jajan pasar di Madiun. 

Amangkurat juga merintis pembuatan rel lori. Bengkel disediakan untuk kelancaran kereta. Kebijakan transportasi massal berpusat di Madiun. 

22. Tahun 1640 Amangkurat mendirikan sekolah pelayaran dan maritim di kabupaten Tegal. 

Angkatan laut Mataram kokoh kuat dan berjaya. Berhubungan erat dengan Kerajaan Samudera Pasai. 

23. Tahun 1641 Amangkurat mendirikan gedung Sate Bandung. 

Amangkurat punya anak buah dari Bogor, Bandung dan Tasikmalaya yang bekerja di pertambangan emas Pancirendang Ajibarang  Banyumas. 

24. Tahun 1642 Amangkurat membangun gedung Berlian Semarang. 

Gedung Berlian dahulu digunakan untuk kegiatan bisnis di kawasan pesisir. 

25. Tahun 1643 Amangkurat mendirikan yayasan Yatim Piatu di Lesmana Ajibarang Banyumas. 

Jiwa pengabdian Amangkurat didukung penuh oleh Ratu Kencana Serayu. 

26. Tahun 1644 Amangkurat membuat yayasan pendidikan untuk anak yatim piatu di Brosot Kulonprogo. 

Kegiatan sosial ini didukung penuh oleh Pangeran Kajor yang kaya raya. 

27. Tahun 1645 Amangkurat menikah dengan Ratu Mas putri Pangeran Pekik di Surabaya. Wafat dan dimakamkan di Pajimatan Girilaya. Pernikahan dengan Ratu Mas Surabaya lahir Raden Rahmat atau Amangkurat II. 

Hubungan Surabaya Madura Kediri dan Mataram memang sangat erat. 

28. Tahun 1646 Amangkurat dinobatkan sebagai raja Mataram yang beribukota di Plered. 

Upacara penobatan dengan suguhan menu sate klathak, tongseng dan gule kambing. 

29. Tahun 1647 Amangkurat menikah dengan Ratu Wiratsari atau Ratu Kencono, putri Pangeran Kajor dari Pajang. Nanti lahir Raden Drajad atau Paku Buwana I.

Ratu Wiratsari nanti bergelar Ratu Kencana Serayu yang tersohor di kawasan Kedu Magelang Banyumas. 

 30. Tahun 1648 Amangkurat membangun pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 

Pelayaran perdagangan perikanan berkembang pesat. Mataram menjadi negara sangat makmur.

31. Tahun 1649 Amangkurat membuka lahan perkebunan tembakau Tegalgondo. 

Dulu tembakau Tegalgondo disebut tembakau vorstenlanden. Terkenal di seluruh dunia. Bisa digunakan sebagai bahan obat. 

32. Tahun 1650 Amangkurat membuka lahan kebun teh Ampel. 

Perkebunan teh Ampel sepanjang lereng gunung Merbabu. Hawa sejuk pemandangan nan indah. 

33. Tahun 1651 Amangkurat membuka lahan perkebunan kopi Kembang. 

Gunung Telamaya, Gunung Kendali Sada, Gunung Ungaran digunakan sebagai sumber daya tanaman komoditi. 

34. Tahun 1652 Amangkurat membuka lahan perkebunan kina di lereng gunung Lawu. 

Pil kina berguna untuk obat sakit malaria. Amangkurat sangat perhatian pada kesehatan. 

35. Tahun 1653 Amangkurat membuka lahan kebun cengkeh di lereng gunung sewu. 

Perkebunan cengkeh mendatangkan kemakmuran. Masakan bisa bertambah sedap. 

36. Tahun 1654 Amangkurat membangun Pelabuhan Tanjung Kodok Lamongan. 

Amangkurat sadar dunia maritim. Pelayaran dan perdagangan bertambah lancar. 

37. Tahun 1656 Amangkurat membangun Bendungan Serayu di Purbalingga. 

Irigasi untuk pertanian lancar. Ketahanan pangan memang utama. 

38. Tahun 1657 Amangkurat membangun pusat kuliner di Ungaran Semarang. 

Usaha kuliner menjamur di kawasan pesisir. Ekonomi berputar lancar gancar. Gedung kesenian wayang orang dibangun Amangkurat untuk industri kreatif. 

39. Tahun 1658 Amangkurat membangun Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. 

Hasil bumi diekspor ke mancanegara. Petani mengalami masa kejayaan. Gedung Berlian dan Lawang Sewu dibangun Amangkurat dengan arsitektur modern. Kuliner lumpia dikembangkan untuk oleh oleh khas Semarang. Rawa Pening dikelola untuk wisata. 

40. Tahun 1659 Amangkurat membuka lahan kebun kedelai pilihan di Nganjuk.

Palawija seperti kacang kedelai sebagai bahan pembuatan kecap dan tempe. Ekonomi makin maju. Waduk Glathik dan Kedungbening dibangun untuk irigasi. Air mengalir sepanjang kali Widas. 

41. Tahun 1660 Amangkurat meresmikan industri kilang minyak di Bedander Bojonegoro. 

Sumber minyak yang mengalir diolah untuk devisa negara. Sumur minyak berfungsi sosial. Daerah Lamongan Jombang Nganjuk Tuban Cepu Ngawi Madiun turut pula merasakan hasil nikmatnya minyak bumi. 

42. Tahun 1661 Amangkurat membangun industri logam di Kudus. 

Industri makin berkembang pesat. Rakyat Mataram sangat sejahtera. Amangkurat sukses menjadi pemimpin. Teori kepemimpinan astabrata dari serat nitisruti diterapkan. 

43. Tahun 1662 Amangkurat mengundang John Locke, ahli ilmu sosial politik di Plikon Magelang. 

Para aparat Mataram diberi ceramah tentang teori politik trias politica. Amangkurat cinta ilmu sosial. Antropologi sosiologi dan psikologi dipelajari dari ahli kenamaan. 

44. Tahun 1663 Amangkurat mendirikan pabrik  gendheng di Kebumen. 

Kualitas gendheng Kebumen terkenal bagus. Cocok untuk perumahan. Murah sandang pangan papan. Terkadang Amangkurat berwisata ke Pantai Ayah bersama para tukang dan kuli bangunan. 

45. Tahun 1664 Amangkurat membangun gedung seni di Pantai Genjeran Surabaya. 

Bersamaan itu dikembangkan pula kuliner rawon dan rujak cingur. Kuliner dikembangkan Amangkurat di Surabaya. Kebun binatang Wonokromo digunakan untuk laboratorium hewani. Kali Jagir mengalir di tengah kota. Pantai Genjeran pusat wisata yang penuh pesona. Kapal Galleon membawa penumpang ke segala penjuru. 

46. Tahun 1665 Amangkurat melakukan pelatihan batik di Laweyan. 

Industri batik Solo makin berkibar. Lapangan kerja terbuka lebar. Tekstil membuka lapangan kerja. 

47. Tahun 1666 Amangkurat menanam tanaman agrobis di lereng Semeru Malang.

Apel Malang ditanam dengan sungguh sungguh. Berguna untuk peningkatan gizi keluarga. 

48. Tahun 1668 Amangkurat mendirikan pabrik garam yodium di Pamekasan Madura. 

Hubungan ekonomi terjalin makin kuat. Kekeluargaan makin kokoh. Keluhuran menyertai kehidupan. 

49. Tahun 1669 Amangkurat membangun pasar lelang ikan di Sampang Madura. 

Perikanan menjadi sumber cadangan devisa. Kegiatan perdagangan tambah ramai. Kapal Galleon milik Amangkurat sebagai alat transportasi utama. 

50. Tahun 1670 Amangkurat membangun industri topi di Bangkalan Madura. 

Para pejabat Mataram sangat dekat dengan raja Mataram. Kerukunan yang perlu dibina terus. 

51. Tahun 1671 Amangkurat membuka kursus pedalangan di Juwiring. 

Dalang Panjang Mas diberi tugas sebagai guru dalang. Turun temurun darah seni terus mengalir. 

52. Tahun 1672 Amangkurat membangun industri gula merah dan batu bata di Karanggayam Kebumen. 

Hasil kerajinan ini dipasarkan sampai Johor Malaysia. Amangkurat memang ahli pemasaran. Kapal Galleon milik Amangkurat terbiasa untuk keliling dunia. 

53. Tahun 1673 Amangkurat membangun kawasan industri logam timah, baja dan nikel di Sidoarjo.

Jawa Timur berkembang menjadi kawasan industri berkat jasa Amangkurat. Perjuangan yang layak diteruskan pada masa kini. 

54. Tahun 1773 Amangkurat mengundang Issac Newtown, ahli matematika.

Kedatangan Issac Newtown dari Eropa untuk ceramah pejabat Mataram di Randu Dongkal Pemalang. Amangkurat peduli pada ilmu pengetahuan. 

55. Tahun 1674 Amangkurat membangun kantor promosi wisata di Batu Raden.

  Bersamaan itu pula dibangun industri emas di Wangon Banyumas. Amangkurat membangun Rumah sakit umum dan pelayanan kesehatan di Salatiga. 

Hawa sejuk udara bersih cocok untuk sarana pengobatan. 

56. Tahun 1675 Amangkurat membuka kantor di Istana kedhaton Pamase Lesmana Ajibarang Banyumas. 

Amangkurat maka mendapat gelar Sunan Amangkurat Banyumas. Tahun 1676 Amangkurat membangun rumah sosial di Gumelem Susukan Banjarnegara.

Ragam batik, keris dan kerajinan berkembang di Gumelem. 

57. Tahun 1676 Amangkurat membuat kantor pertolongan buat orang miskin di Karanggayam Kebumen.

Rasa welas asih Amangkurat memang besar. Penuh keteladanan. Cocok buat teladan bagi generasi muda. 

58. Tahun 1677 Amangkurat wafat di Lesmana Ajibarang Banyumas pada tanggal 10 Juli 1677. 

Saat itu Amangkurat sedang menyantuni orang miskin dan anak terlantar. 

Alim ulama lantas mengadakan tahlilan. Ngalap berkah dari Sri Amangkurat raja Mataram. 

59. Tahun 1677  Amangkurat dimakamkan di Pakuncen Adiwerna Tegal pada tanggal 13 Juli 1677. 

Amangkurat maka disebut Amangkurat Tegalarum. Segenap masyarakat menaruh hormat setinggi tingginya. 

60. Tahun 1678 rakyat Mataram di Kartasura mengangkat Amangkurat sebagai Pahlawan Agung. 

Amangkurat maka disebut Amangkurat Agung. Nama yang wangi semerbak sepanjang masa. 

61. Tahun 1755 Amangkurat dianugerahi gelar Bapak Maritim saat konferensi yang dipimpin Paku Buwana lll di Kendal. 

Pahlawan besar Amangkurat penuh keteladanan. Raja Surakarta selalu memuliakan Sunan Amangkurat Tegalwangi. 

62. Tahun 1815 Rafles memugar makam Sinuwun Amangkurat. 

Kegiatan ini dibantu segenap abdi dalem Kraton Surakarta. Nama Amangkurat memang harum di segala penjuru. 

63. Tahun 1940 Paku Buwana XI membangun Masjid di kompleks makam Amangkurat. 

Hai ini sebagai sarana tempat ibadah. Amangkurat Agung selalu bersemayam di hati masyarakat. 

64. Tahun 2022 Pangageng dan Sentana Kraton Surakarta melakukan tara cara di Pajimatan Pakuncen  Adiwerna Tegal. 

Ketua Paguyuban Kraton Surakarta, KMT drg Fitri Pusponagoro berdarma bakti kepada Sri Amangkurat Tegalwangi. Demi keemasan ibu pertiwi. Babad Tanah Jawi sumber tata cara prayogi.



Penulisan ini bersumber dari Babon babad tanah Jawi. 1720, seratan R Wariyo, Carik Kartasura.



Selasa Kliwon, 

13 Januari 2026

Purwadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Babad GKR WANDANSARI

Adipati Dayaningrat Pengging Sepuh

Kidung Idul Fitri