Martoloyo Makarti

 Martoloyo Makarti



Adipati Martoloyo mendapat amanat dari Kraton Mataram. Tanggal 12 Rabiul Awal 1035 Hijrah atau 12 Desember 1625 Masehi mandhegani bumi Tegalwangi. 


Bumi air udara dan kekayaan di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat. Tegal kaya raya. Tanah subur sawah gembur rakyat makmur. Bahagia sejahtera saat Mataram memimpin kawasan bahari. 


Pucung


Saking gunung Slamet sumbere kali Gung, 

Banyu tanah Tegal, 

Subur makmur kadang tani, 

Adipatya Martoloyo mbudidaya. 


Usaha keras Adipati Martoloyo membuahkan hasil. Telah tumbuh palawija palapendhem palakitri palagandhul palarambat palakambang palasimpar. Kesejahteraan berpengaruh pada kokohnya kebudayaan.


Aspirasi untuk membuat status kabupaten Tegal berasal dari berbagai kalangan. Seniman cendekiawan budayawan bergemuruh menyambut gembira. Lukisan wajah terang benderang tampak dalam tembang mijil. Suasana penuh gagasan besar terjadi di berbagai sudut tempat.


Mijil


Wus ngupadi permana permati, 

Kawawas karaos, 

Sagunging kawula gandheng renteng, 

Sigra ndherek kersa sri narpati, 

Ngancik titi wanci, 

Tegal gya binangun. 


Perjalanan Tegal sebagai perdikan bahari membawa hasil. Sudah saatnya pemerintah pusat memberi hadiah berkat. Yakni peningkatan status daerah. Atas usul Ratu Batang, peresmian Kabupaten Tegal segera terwujud. Panitia pelaksana pun terbentuk. Tumenggung Huposanto bupati Batang membantu dengan segenap tenaga biaya. 


Kepanitiaan terdiri dari beragam lapisan sosial. Rencana waktu pelaksanaan bertempat di ibukota Mataram. Kemudian dilanjutkan kirab budaya di Tegal. Persiapan dilakukan dengan hati hati dan teliti. Demi kebahagiaan seluruh rakyat.


Pribadi mandiri layak disematkan pada Adipati Martoloyo. Jatidiri pejabat negara yang tanggap tangguh wutuh sepuh ampuh. Wawasan jangkep genep, pengalaman genah terarah. Tepa palupi buat sekalian generasi. 


Sinom


Martoloyo winiwaha, 

Jumeneng mangka bupati, 

Mandhegani tlatah Tegal, 

Sumungkem kawula dasih, 

Nara praja pinilih, 

Kayungyun sengkut kabangun, 

Sukeng tyas Ratu Batang, 

Sagung putri ing pesisir, 

Kawibawan kawidadan karaharjan. 


Babak baru bagi masyarakat Tegal. Keputusan Kraton Mataram sungguh istimewa. Prestasi perlu diukir. Kepercayaan harus dipertahankan. Adipati Martoloyo melaksanakan tugas kenegaraan. Babad Mentawis mencatat dengan laras laris lurus manis. Tugas berat selanjutnya terus menanti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Idul Fitri

Adipati Dayaningrat Pengging Sepuh

Dr Nugroho Puji Santoso S.Pd M.Pd