Postingan

BABAD NGEKSIGANDA

Gambar
 BABAD NGEKSIGANDA Purwadi  Ketua Lokantara A. Alas Mentaok Alas Mentaok hadiah dari Sultan Pajang. Bersamaan itu pula berdiri masjid Agung Ngeksiganda. Leluhur Mataram membangun peradaban besar.  Kanjeng Sinuwun Paku Buwono XIV shalat Jumat tujuh kali berturut turut di Masjid Agung Kraton Surakarta. Dilanjutkan Jumatan di Masjid Ki Ageng Enis Laweyan. Pada hari Jumat Legi, 9 Januari 2026. Sinuwun Paku Buwono XIV Hangabehi melakukan shalat Jumat di Masjid Puroloyo Kotagedhe.  Rombongan Abdi dalem berangkat dari Kraton Surakarta jam 8. Pendherek berjumlah 20 orang. Menuju Masjid Puroloyo Kotagedhe Yogyakarta. Dari Kulonprogo yang hadir diwakili oleh KRT Tri Nugroho. Dari Sekarang  Kanjeng Yoga hadir bersama mahasiswa antropologi. Kegiatan ini merupakan perpaduan antara religi akademis dan kebudayaan. Nguri iri budaya lestari, murih rahayu lestari.  Leluhur Kotagedhe terdiri dari Sultan Hadiwijaya, Juru Martani, Ki Ageng Pamanahan, Nyi Ageng Sakinah, Panembah...

PB XIV Hangabehi ing Masjid Nggeksiganda Kotagedhe

Gambar
 PB XIV Hangabehi ing Masjid Nggeksiganda Kotagedhe Purwadi  Ketua Lokantara A. Masjid Agung Puroloyo  Kanjeng Sinuwun Paku Buwono XIV shalat Jumat tujuh kali berturut turut di Masjid Agung Kraton Surakarta. Dilanjutkan Jumatan di Masjid Ki Ageng Enis Laweyan. Pada hari Jumat Legi, 9 Januari 2026. Sinuwun Paku Buwono XIV Hangabehi melakukan shalat Jumat di Masjid Puroloyo Kotagedhe.  Rombongan Abdi dalem berangkat dari Kraton Surakarta jam 8. Pendherek berjumlah 20 orang. Menuju Masjid Puroloyo Kotagedhe Yogyakarta. Dari Kulonprogo yang hadir diwakili oleh KRT Tri Nugroho. Dari Sekarang  Kanjeng Yoga hadir bersama mahasiswa antropologi. Kegiatan ini merupakan perpaduan antara religi akademis dan kebudayaan. Nguri iri budaya lestari, murih rahayu lestari.  Leluhur Kotagedhe terdiri dari Sultan Hadiwijaya, Juru Martani, Ki Ageng Pamanahan, Nyi Ageng Sakinah, Panembahan Senapati, Ratu Retna Dumilah, Ratu Waskithajawi, Prabu Hadi Hanyakrawati dan Ratu Banuwati....

Masjid Puroloyo Kotagedhe

Gambar
 Masjid Puroloyo Kotagedhe Kanjeng Sinuwun Paku Buwono XIV shalat Jumat tujuh kali berturut turut di Masjid Agung Kraton Surakarta. Dilanjutkan Jumatan di Masjid Ki Ageng Enis Laweyan. Pada hari Jumat Legi, 9 Januari 2026. Sinuwun Paku Buwono XIV Hangabehi melakukan shalat Jumat di Masjid Puroloyo Kotagedhe.  Rombongan Abdi dalem berangkat dari Kraton Surakarta jam 8. Pendherek berjumlah 20 orang. Menuju Masjid Puroloyo Kotagedhe Yogyakarta. Dari Kulonprogo yang hadir diwakili oleh KRT Tri Nugroho. Dari Sekarang  Kanjeng Yoga hadir bersama mahasiswa antropologi. Kegiatan ini merupakan perpaduan antara religi akademis dan kebudayaan. Nguri iri budaya lestari, murih rahayu lestari.  Leluhur Kotagedhe terdiri dari Sultan Hadiwijaya, Juru Martani, Ki Ageng Pamanahan, Nyi Ageng Sakinah, Panembahan Senapati, Ratu Retna Dumilah, Ratu Waskithajawi, Prabu Hadi Hanyakrawati dan Ratu Banuwati. Masing masing  priyagung turut membesarkan Kraton Mataram.  Sinuwun Paku Bu...

Pintu Kraton Surakarta

Gambar
 Pintu Kraton Surakarta Purwadi,  Ketua Lokantara Pintu Kraton Surakarta Purwadi, Ketua Lokantara Pintu merupakan bagian bangunan yang penting. Tempat keluar masuk orang. Kraton Surakarta memiliki pintu yang penuh dengan makna simbolik.  Organisasi sosial pendidikan telah melakukan kajian. Dengan perspektif yang beragam. Pintu atau lawang dibangun berdasarkan kosmologi Jawa. Komunitas Caraka merupakan wadah para pengajar perguruan tinggi dalam bidang budaya. Pada hari Minggu Pahing, 27 Oktober paguyuban dosen ini berkunjung ke Kraton Surakarta Hadiningrat. Bertemu dengan GKR Wandansari, pangageng Sasana Wilapa.  Telah hadir perwakilan Caraka dari Sumenep, Medan, Bali, Solo dan Yogyakarta. Materi yang dibahas meliputi makna simbolik struktur bangunan Kraton Surakarta. Uraian tentang tujuh pintu serta arti etis filosofis. Pintu disebut juga lawang atau kori. 1. Kori GladhagNama gladhag berarti tempat untuk menyembelih hewan buruan. Papan kanggo mragat kewan buron....

GKR SEKAR KENCONO

Gambar
 GKR SEKAR KENCONO Purwadi  Ketua LOKANTARA A. Putri Raja Karaton Surakarta Hadiningrat. Putri raja Karaton Surakarta Hadiningrat surut ing kasedan jati, manjing ing tepet suci. Beliau wafat pada hari Kamis Kliwon, 5 Nopember 2020. Namanya Gusti Kanjeng Ratu Sekar Kencono. Putri Sinuwun Paku Buwono XII ini, saat muda punya asma Timur GRAy Koes Handariyah. Ingkang ibu asma Kanjeng Ratu Ageng Pradoponingrum. Saudara seayah seibu berjumlah 10 jiwa. KGPH Hangabehi bergelar Sinuwun Paku Buwono XIII. Selanjutnya GKR Galuh Kencono , GKR Sekar Kencono, KGPH Kusumoyudo, GKR Retno Dumilah, KGPH Puger, KGPH Madukusumo, KGPH Benowo, GKR Wandansari, GKR Ayu Koes Indriyah. Adapun suami GKR Sekar Kencono bernama KPH Himbokusumo. Telah wafat tahun 1999. Pernikahan ini membuahkan seorang putra. Namanya BRM Parikesit Suryo Roseno. KRMH Suryo Manikmoyo, yang menikah dengan RAy Norma Endah Budiarti. Ketiga cucunya yaitu RAj Koes Rostiyah Nareswari Tunjung Ayu, Koes Menika Syafira Kusumaning Ayu, ...

TRADISI JAWA UNTUK MERAIH KETENANGAN JIWA

Gambar
 TRADISI JAWA UNTUK MERAIH KETENANGAN JIWA Purwadi,  Universitas Negeri Yogyakarta Abstrak Artikel ini berusaha menjelaskan pelaksanaan tradisi Jawa yang berguna untuk meraih ketenangan jiwa. Metode hermeneutik digunakan untuk menganalisis data. Landasan teori dengan pendekatan filsafat budaya. Hasil pembahasan bertujuan untuk mengungkapkan jenis jenis tradisi Jawa. Lantas dianalisis agar butir butir kearifan lokal dalam tradisi Jawa sebagai tuntunan hidup. Dalam rangka hidup berbangsa dan bernegara hasil pembahasan ini sedapat dapatnya memberi sumbangan demi pembinaan nasionalisme. Bagi generasi muda hasil pembahasan ini merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas budi pekerti luhur.  Kata kunci: Tradisi, Jawa, jiwa.  A. Pengantar Masyarakat Jawa melakukan upacara tradisional demi mendapat keselamatan. Tradisi Jawa berlangsung turun temurun. Misalnya masyarakat yang bertempat tinggal di daerah Pancurendhang Ajibarang Banyumas. Mereka terikat dengan tradisi yang dil...

TRADISI JAWA UNTUK MERAIH KETENANGAN JIWA

Gambar
 TRADISI JAWA UNTUK MERAIH KETENANGAN JIWA Purwadi,  Universitas Negeri Yogyakarta A. Pengantar Masyarakat Jawa melakukan upacara tradisional demi mendapat keselamatan. Tradisi Jawa berlangsung turun temurun. Misalnya masyarakat yang bertempat tinggal di daerah Pancurendhang Ajibarang Banyumas. Mereka terikat dengan tradisi yang dilakukan pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Amangkurat Agung. Ketenangan jiwa bisa diraih dengan menjalankan ritual adat.  Tradisi wilujengan itu diteruskan  oleh Raja Mataram berikutnya. Pada tahun 1732 Tumenggung Yudanagara menulis Babad Sala. Bupati Banyumas ini dipercaya oleh Sinuwun Paku Buwana II sebagai kepala arsip, dokumentasi dan publikasi Kraton Kartasura. Bupati Yudanagara pernah belajar jurnalistik di Cambridge Inggris. Ketrampilan dan kemahiran Bupati Yudanagara diakui oleh pemerintah Kerajaan Mataram. Keluarga kerajaan Mataram masih melanjutkan tradisi warisan leluhur. Adat istiadat tetap dilestarikan demi keseimbangan hidup...