Postingan

Biwada Nata Biwada Nata

Gambar
 Biwada Nata Karaton Surakarta berdiri pada tanggal 17 Sura atau 20 Pebruari 1745. Raja yang bertahta Sinuwun Paku Buwono II. Memerintah hingga tahun 1749. Paku Buwono II sebelumnya memerintah Mataram yang beribukota di Kartasura. Memerintah sejak tahun 1726. Terlebih dahulu membeli tanah dari Ki Gedhe Sala seharga 5 trilyun. Tanah yang dibeli ini diruwat oleh Pangeran Mijil, guru Spiritual dari Kadilangu Demak.  Tim pembangunan Karaton Surakarta Hadiningrat terdiri dari Tumenggung Honggowongso, Adipati Padmonagoro, Kyai Yasadipura, Patih Pringgalaya. Teknokrat dan birokrat bekerja sama untuk kejayaan Surakarta. Perpindahan ibukota Mataram dari Kartasura ke Surakarta beserta ilmu dan laku. Berturut turut raja yang memerintah Kraton Surakarta.  1. Paku Buwono II 1745 - 1749 2. Paku Buwono III 1749 -1788 3. Paku Buwono IV 1788-1820 4. Paku Buwono V 1820-1823 5. Paku Buwono VI 1823-1830 6. Paku Buwono VII 1830-1858 7. Paku Buwono VIII 1858-1861 8. Paku Buwono IX 1861-1893 9....

Jumenengan Paku Buwono XIV

Gambar
 Jumenengan Paku Buwono XIV Karaton Surakarta berdiri pada tanggal 17 Sura atau 20 Pebruari 1745. Raja yang bertahta Sinuwun Paku Buwono II. Memerintah hingga tahun 1749. Paku Buwono II sebelumnya memerintah Mataram yang beribukota di Kartasura. Memerintah sejak tahun 1726. Terlebih dahulu membeli tanah dari Ki Gedhe Sala seharga 5 trilyun. Tanah yang dibeli ini diruwat oleh Pangeran Mijil, guru Spiritual dari Kadilangu Demak.  Tim pembangunan Karaton Surakarta Hadiningrat terdiri dari Tumenggung Honggowongso, Adipati Padmonagoro, Kyai Yasadipura, Patih Pringgalaya. Teknokrat dan birokrat bekerja sama untuk kejayaan Surakarta. Perpindahan ibukota Mataram dari Kartasura ke Surakarta beserta ilmu dan laku. Berturut turut raja yang memerintah Kraton Surakarta.  1. Paku Buwono II 1745 - 1749 2. Paku Buwono III 1749 -1788 3. Paku Buwono IV 1788-1820 4. Paku Buwono V 1820-1823 5. Paku Buwono VI 1823-1830 6. Paku Buwono VII 1830-1858 7. Paku Buwono VIII 1858-1861 8. Paku Buwono ...

Ratu Panggung Prameswari Raden Patah

Gambar
 Ratu Panggung Prameswari Raden Patah A. Kraton Demak Bintoro Kanjeng Ratu Mas Panggung adalah garwa prameswari Raden Patah Jimbun Sirullah Syah Alam Akbar I. Ratu Panggung merupakan putri Kanjeng Sunan Ampel. Lahir di Semampir Surabaya pada tanggal 8 Oktober 1462. Sejak tahun 1478 mendampingi raja Demak Bintara, Ratu Panggung aktif dalam kegiatan kultural istana. Misalnya tiap hari raya idul fitri. Seluruh sentana dan abdi dalem diberi pelatihan tentang tata cara adat. Arab digarap, Jawa digawa. Demikian wejangan luhur Kanjeng Sunan Ampel.  Lebaran dimulai dengan grebeg malem sanga likur. Dua hari akhir Ramadhan. Dengan lampu ting, oncor, dimar, upet, teplok abdi dalem berkeliling kota. Barisan semut ireng membawa 1000 tumpeng. Dipikul dengan wadah judhang joli jempana. Tumpeng sewu itu berisi sega uduk, ketan biru, krupuk uyel. Dimakan bersama dengan jamaah Masjid Agung, setelah sholat tarweh.  Akhir malam 30 Ramadhan dengan wilujengan apem mas. Kata apem bermakna permo...

Sesaji Ratu Selatan

Gambar
 Sesaji Ratu Selatan Bedaya Kraton Surakarta sowan Kanjeng Ratu Kencana. Senin Kliwon 31 Agustus 2026 pukul 17 sore. Pengageng Sasana Wilapa mengantar Sri Susuhunan Paku Buwono XIV.  Japa mantra tertuju pada penguasa laut selatan. Beristana di Soko Domas Bale Kencono. Ratu Kidul beserta bala tentara memakai kostum kebesaran dengan warna ijo lembayung. Warna warni berkilau istana ratu pantai selatan yang berjodoh dengan raja Mataram.  Uba rampe lengkap tersedia. Gedhang raja setangkep, tumpeng robyong, pala pendhem, ketan biru, jajan pasar. Kembang setaman dengan melathi rinonce. Ayam cemani pelengkap sesaji. Kukusing dupa kumelun.  Ombak samudra kidul gulung gemulung. Tembang Sinom serat Wedhatama memberi candra jiwa raja Mataram. Bangun kepribadian dimulai dengan ungkapan nulada laku utama. Menirulah tingkah laku keutamaan. Tumraping wong tanah Jawi, yaitu untuk sekalian penduduk Jawa.  Ratu Kidul berhubungan dengan penguasa Mataram. Wong agung ing Ngeksiganda,...

Wong Agung ing Ngeksiganda

Gambar
 Wong Agung ing Ngeksiganda Tembang Sinom serat Wedhatama memberi candra jiwa raja Mataram. Bangun kepribadian dimulai dengan ungkapan nulada laku utama. Menirulah tingkah laku keutamaan. Tumraping wong tanah Jawi, yaitu untuk sekalian penduduk Jawa.  Wong agung ing Ngeksiganda, orang besar negeri Mataram. Raja Panembahan Senapati. Kepati amarsudi, yang selalu berusaha maksimal. Sudanen hawa lan nafsu, dengan pengendalian diri. Pinesu tapa brata, dilakukan dengan meditasi di tempat hening nan sunyi.  Untuk itu Panembahan Senapati tanapi ing siyang ratri. Saat siang malam hari tiada henti. Amemangun karyenak tyasing sesama. Berusaha untuk membuat enak hati pada sesama. Altruisme menjadi tradisi raja Mataram. Humanisme dijunjung tinggi trah Puroloyo Kotagede dan Imogiri.  Ngemban dhawuh dalem Sinuwun Paku Buwono XIV. Pada hari Senin Kliwon, 31 Agustus 2026 tata cara adat di Puroloyo Kotagede. Berkenan memimpin GKR Dra Koes Moertiyah Wandansari M.Pd. Turut mendampingi G...

Puroloyo Kotagede

Gambar
 Puroloyo Kotagede Ngemban dhawuh dalem Sinuwun Paku Buwono XIV. Pada hari Senin Kliwon, 31 Agustus 2026 tata cara adat di Puroloyo Kotagede. Berkenan memimpin GKR Dra Koes Moertiyah Wandansari M.Pd. Turut mendampingi GKR Putri Purnaningrum. Suasana neng ning nung nang.  Centra Puroloyo Kotagede terdiri dari bangsawan Pajang dan Mataram. Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya raja Pajang. Menempati posisi paling tinggi. Pengasuh Raden Danang Sutawijaya atau Ngabehi Loring Pasar. Sejak tahun 1575  menjadi raja Mataram. Berkat didikan Sultan Hadiwijaya, Danang Sutawijaya bergelar Panembahan Senapati.  Bendara Raden Ajeng Sedhah Mirah ngobong dupa, manungku puja. Berbusana semekan kemben, jarik, gelung sanggul. Putri Pangageng Sasana Wilapa memberi daya kekuatan. Bendara Raden Ajeng Lungayu lenggah saluku juga, amemet babahan hawa sanga. Berdoa demi wilujenge Karaton Mataram Surakarta Hadiningrat. Abdi dalem ulama membaca tahlil tahmid takbir tasbeh. Ditujukan untuk para s...

Grebeg Mulud

Gambar
 Grebeg Mulud Terang dhawuh dalem SISKS Paku Buwono XIV Kraton Surakarta Hadiningrat melakukan upacara Grebeg Mulud. Melalui pengageng Sasana Wilapa dan Lembaga Dewan Adat. Raja Surakarta yang bertahta sejak tanggal 13 Nopember 2025 ini aktif memimpin Kraton yang didirikan Sunan Paku Buwono II tanggal 20 Pebruari 1745. Tata cara grebeg Mulud dilaksanakan pada hari Rabo Pon, tanggal 26 Agustus 2026. Dalam kalender Jawa terjadi tanggal 12 Mulud Be 1960. Pangageng Kartipraja bertugas jelas tuntas. Sentana bekerja dengan persiapan yang rapi dan teliti. Pengalaman yang sudah berlangsung berabad abad.  Peserta yang mendapat dhawuh terdiri dari pangeran putra, rayi dalem, pangeran sentana, riya nginggil, riya ngandhap, panji. Kemudian abdi dalem bupati ingkang kaganjar pangkat riya nginggil. Ingkang sesebatan BPH, KPH, KPP, KPA, KP, KRMH, KRMP, KRA, KRRAr, KRAr. Kelompok ini diberi tempat di ngemper nguntarasana. Sedangkan kelompok KRHT, KRAT, KRT, RT, panewu, mantri, lurah bertempat...