Amangkurat Naik Haji

 Amangkurat Naik Haji



Ibadah haji dilakukan oleh Sinuwun Sri Susuhunan Amangkurat Jawi. Raja Mataram Kartasura ini misuwur sebagai narendra gung binathara mbahu dhendha nyakrawati. Pemimpin yang berhasil memadukan logika etika estetika, cipta rasa karsa, iman ilmu amal. 


Kunjungan kenegaraan Amangkurat ke Arab Saudi pada tanggal 26 Sa'ban 1721 Masehi. Diplomasi Kraton Kartasura ini disambut hangat oleh Raja Imam Muhammad Al Saud.  Kerajaan Arab Saudi menerima Sunan Amangkurat dengan upacara kehormatan. Barisan prajurit membunyikan tembakan salvo 17 kali. Suasana istana di kota Riyad Arab Saudi amat megah gagah indah mewah meriah


Sinuwun Amangkurat Jawi membawa rombongan yang dikoordinir oleh Patih Sindureja. Turut serta Bupati Padmanegara Pekalongan, mewakili birokrat Mataram. Bupati Padmanegara bertugas mengatur administrasi dan keuangan. Kalangan teknokrat dipilih Temenggung Hanggawangsa Kuthawinangun Kebumen. Tumenggung Hanggawangsa  membawa tukang batu dan atap gendheng dari Gombong. Nyi Behi Kalidawir Tulungagung ditunjuk sebagai kepala koki. Karena punya sertifikat ahli gizi makan bermutu gratis. 


Penasihat rombongan dipimpin oleh Pangeran Kadilangu, cucu Sunan Kalijaga. Tim ulama terdiri dari Kyai Komaruddin Ketib Anom Kudus, Kyai Abdul Kohar Ketib Anom Batang dan Syekh Mutamamakin Kajen Pati, Syekh Husein Fathurahman penghulu Gumelem Susukan Banjarnegara. Pemuka agama ini sekaligus sambil belajar ilmu pengetahuan di Madinah. Ki Gedhe Sala dan warga Laweyan mewakili kelompok penghayat Islam Kejawen. 


Transportasi disediakan panitia dengan cermat. Kapal laut Balonsea  terkenal sebagai kendaraan Mataram yang dari Berlin Jerman. Jarak tempuh pelabuhan Tanjung Emas Semarang - Pelabuhan Arab Saudi ditempuh cukup 7 hari. Selama hidangan terus mengalir. Thengkleng, timlo, soto babad, jangan menir, cabuk rambak, sega liwet, rujak cingur silih berganti. Minuman rondhe, cemoe, bajigur secang dan teh kopi selalu tersedia. Wajik, jadah, jenang, ondhe ondhe, klepon, lopis menyertai tiap pagi. Sunan Amangkurat Jawi  memilih juru masak profesional.


Tahlil tahmid takbir tasbeh berkumandang selama Sunan Amangkurat beribadah di Tanah Suci. Pengajian diberikan pagi dan sore, sehabis Subuh dan Magrib. Siraman rohani demi menjaga kualitas keimanan. Tadarrus dilakukan secara bergilir. Lantas timbul gagasan mulia. Sri Susuhunan Amangkurat menyuruh mengadakan terjemahan Alquran berbahasa Jawa. Segera terbit Qur'an Jarwa Jawi. 


Waktu luang digunakan untuk aktivitas bermanfaat. Sunan Amangkurat mempelajari Sirah Nabawiyah. Sistem pemerintahan Khulafaur Rasyidin, Bani Umayyah, Bani Abbasiyah telah mewariskan peradaban agung. Sultan Harus Al Rasyid selama manata kota Baghdad menjadi inspirasi Amangkurat untuk membangun Mataram yang maju makmur dan beradab. 


Ulama diberi fasilitas untuk menyusun ensiklopedi peradaban Islam. Buku karya Imam Al Ghazali, Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, Umar Khayam dipelajari. Lantas digunakan sebagai bahan ajar di pawiyatan Mataram. Hadist riwayat Imam Muslim dan Imam Bukhari diajarkan di semua pesantren. Amangkurat memberi biaya dan fasilitas yang berlimpah ruah. 


Urusan pengajaran ini diserahkan kepada putra mahkota atau Pangeran Adipati Anom Prabasuyasa.  Dengan didampingi Eyang Putri Kanjeng Ratu Mas Balitar, putra Mahkota siap memajukan pendidikan Mataram. Amangkurat Jawi benar benar berjuang untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Keikutsertaan putra mahkota membuat ibadah haji terasa lebih khusuk. Kanjeng Ratu Kencana Kudus, permaisuri Amangkurat Jawi betul betul wanita sholehah dan pantas menjadi panutan. 


Adapun para peserta yang ikut sebagai tukang dan tenaga manual diberi pekerjaan. Tukang dari Gombong Kebumen melaksanakan kerja bakti, dengan membuat parit dan saluran air. TKM atau Tenaga Kerja Mataram sebagian terus bekerja di Arab Saudi. Sebagian berlaku sebagai  TKW atau Tenaga Kerja Wanita. Sebelum bertugas TKM dan TKW dibekali ketrampilan, pengetahuan dan etika sosial. TKM dan TKW diharap untuk menjaga akhlakul karimah.


Sri Amangkurat beribadah haji dengan penuh manfaat. Subhanallah dan Alhamdulillah. 



Purwadi, 

Ketua Lokantara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Idul Fitri

Dr Nugroho Puji Santoso S.Pd M.Pd

Adipati Dayaningrat Pengging Sepuh